Pengalaman Menurunkan Berat Badan Saat Puasa


Pengalaman Menurunkan Berat Badan Saat Puasa - Diet sehat ternyata bisa dijalankan dan sangat berguna saat puasa, khususnya buat mengecilkan perut. Karena Alhamdulillah sampai hari keempat puasa, suami yang sering mengeluhkan perut buncit mulai menyadari kalau lingkar perutnya mengecil. Kami akan share bagaimana cara mengecilkan perut buncit mudah di bulan puasa Ramadhan dalam artikel ini.

Begini pengalaman kami mengecilkan perut buncit dan menurunkan berat badan saat puasa secara bertahap

Pengalaman Menurunkan Berat Badan Saat Puasa

Niat untuk mengecilkan perut dan menurunkan berat badan

Keinginan untuk mengecilkan perut dan menurunkan berat badan ini kami letakkan di poin pertama sebab menurut kami inilah cikal bakal langkah-langkah menurunkan berat badan menjadi lebih nyata dan dapat dilakukan dengan baik. Niat ini mulai muncul saat suami mulai merasakan celana yang dikenakannya tidak lagi muat. Jika pun muat, itu harus dipaksa dan tentunya sangat menyiksa jika dipakai terlalu berlama-lama. Dari sini, muncul keinginan untuk mengembalikan kondisi perut supaya ukurannya kembali ke kondisi semula.

Dukungan dari sekitar

Menurunkan berat badan saat puasa sangat erat kaitannya dengan keluarga dan lingkungan sekitar kita. Sebab, sebagian besar dari kita makan dengan menu yang sama untuk satu keluarga baik untuk berbuka maupun sahur. Untuk itu, jika tidak ada dukungan dari keluarga, kita pun tidak bisa dengan bebas menentukan makanan sehat untuk diet dan mengecilkan perut terbaik buat disiapkan saat buka dan sahur.

Memasak makanan sendiri (makan di rumah)

Secara sadar, di awal-awal puasa kami hanya makan di rumah, baik buka maupun sahur. Sebagai istri, saya bertugas memberikan dukungan pada suami dengan memilih menu makanan yang sehat buat diet dan mengecilkan perut buncit saat puasa secara alami dan memasak sendiri menu tersebut, baik untuk sahur maupun berbuka. Di sini, pengetahuan seorang ibu tentang menu diet sangat diperlukan. Termasuk bagaimana cara bijak memasaknya supaya bisa membantu keinginan dan niat di poin pertama tadi. Sebagai gambaran, dari sahur dan buka hari pertama hingga terakhir di hari keempat, saya memasak dengan cara (sebagian besar) direbus. Minyak goreng kami di rumah awet karena lebih banyak digunakan untuk menumis, yang nota bene hanya membutuhkan sedikit minyak goreng. Kalaupun butuh menggoreng seperti tempe dan tahu goreng, saya gunakan minyak baru (bukan bekas penggorengan kedua atau yang lainnya).

Pilihan menu makanannya-sayur

Banyak sekali menu makanan pilihan buka dan sahur yang bisa mengenyangkan sekaligus bisa membantu menurunkan berat badan saat puasa atau lebih khusus mengecilkan perut buncit. Kalau saya dan suami senang dengan sop, sayur bening, tumis jamur, dan yang lainnya. Menu seperti ini bisa digonta-ganti setiap hari supaya tidak bosan.

Kurangi porsi nasi

Yang paling mencolok dari usaha menurunkan berat badan saat puasa ini adalah porsi nasi untuk suami saya yang berkurang. Suami memang tidak terlalu terbiasa dengan makanan berkarbohidrat kompleks, seperti beras merah. Maka untuk menyiasatinya, saya tetap memasakkan nasi putih dan menyiapkan porsi kecil saja. Namun, sebagai penyeimbang, sayur yang saya masak harus banyak sehingga suami bisa makan.

Pilihan lauk yang tepat

Lauk pauk yang Anda olah untuk suami juga memegang peranan penting di sini, lho? Telur, tempe, dan tahu menjadi beberapa menu pilihan lauk untuk sahur dan berbuka puasa yang bisa dipilih. Hal ini karena ketiganya mengandung protein yang cukup sehingga membuat perut kenyang dan memberikan energi yang cukup. Soal cara mengolah, bisa divariasikan sendiri, asalkan sehat untuk seorang pelaku diet. Selain 3 makanan di atas, ikan juga bisa kok. Atau Anda juga bisa memilih ayam, tapi pilih bagian dada dan buang kulitnya. Tetap bisa dimasak secara lezat, bukan?

Konsumsi air putih meningkat

Pada saat tidak puasa, suami saya tidak terlalu suka minum. Namun, saat puasa seperti ini, konsumsi air putih kami meningkat hingga 2 kali lipat. Sebanyak 6-8 gelas besar saat buka hingga sahur habis sampai kami berdua sering kencing. Dan yang paling terasa adalah air galon di dispenser cepat sekali habis.

Buah setiap hari

Jika di atas sudah disinggung mengenai pilihan sayur, di sini Anda harus menambahkan buah. Setiap berbuka dan sahur, ada buah yang terhidang buat suami saya. Saya pilihkan pepaya, jeruk, dan semangka. Pepaya dan semangka biasanya dikombinasikan saat buka puasa dengan porsi yang tepat. Begitu juga sahurnya. Buah jeruk biasanya kami makan setelah tarawih, jika keinginan ngemil muncul.

Kurma

Saat adzan maghrib berkumandang, suami minum segelas besar air putih dilanjutkan dengan 3 kurma. Baru masuk ke menu makan sehat untuk diet saat puasa lain. Ini ternyata sangat baik sebagai cara menurunkan berat badan saat puasa dalam waktu beberapa hari saja.

Es cincau saat berbuka

Jika Anda bingung dengan pilihan tkjil untuk berbuka puasa, es cincau bisa menjadi pilihan. Ini bagus buat melancarkan pencernaan, lho?

Berhenti makan sebelum kenyang

Berhenti makan sebelum kenyang menjadi salah satu rutinitas wajib yang harus dilakukan juga. Supaya ibadah sholat maghrib, sholat tarawih, dan tadarus tidak terganggu. Supaya bisa bergerak dengan lebih mudah, dan bonusnya bisa berdampak pada trik mengecilkan perut buncit, lho?

Bersyukur dan tidak berhenti berusaha

Setelah ada perubahan, meskipun itu sedikit, jangan lupa untuk bersyukur dan tetap menjalankan ibadah sebagaimana mestinya. Pun jika tidak ada perubahan, jangan mudah mengeluh, sebaliknya teruslah berusaha dan niatkan ibadah puasa hanya karena Allah. Hasil bisa mengikuti insyaAllah.

Itulah pengalaman kami mengecilkan perut buncit dan menurunkan berat badan saat puasa yang tidak hanya jadi tujuan suami saja tetapi juga saya selaku istrinya. Bagaimana kisah Anda menurunkan berat badan di bulan puasa ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar